Postingan

Menulis Meskipun Tidak Ada yang Membaca

Gambar
"Ada tulisan yang tidak ramai dibaca, tetapi tetap layak ditulis. Sebab tidak semua yang berarti harus ramai diketahui." Ketika Tulisan Tidak Mendapat Banyak Pembaca Angka kadang membuat hati bertanya Sebuah tulisan selesai dibuat. Sudah dipikirkan judulnya. Sudah diperiksa berkali-kali. Sudah diberi gambar yang sesuai. Lalu dipublikasikan. Setelah beberapa waktu, jumlah pembaca ternyata sedikit. Barangkali hanya beberapa orang. Bahkan mungkin tidak ada yang meninggalkan komentar. Pada saat seperti itu, wajar jika muncul pertanyaan: Untuk apa tulisan ini dibuat? Pertanyaan itu semakin terasa ketika melihat tulisan orang lain mendapatkan ribuan pembaca, sementara tulisan sendiri berjalan dengan tenang tanpa banyak diketahui. Tulisan yang sepi bukan berarti tidak bernilai Jumlah pembaca memang dapat menjadi tanda bahwa sebuah tulisan ditemukan orang. Tetapi jumlah tersebut tidak selalu dapat menceritakan seluruh nilai sebuah tulisan. Ada tulisan yang dibaca banyak orang lalu se...

Tidak Semua yang Dibuat Harus Menjadi Sesuatu yang Bagus

Gambar
  "Ada kalanya tangan hanya ingin membuat sesuatu, tanpa harus membuktikan bahwa hasilnya layak dipuji." Ketika Semua Harus Menghasilkan Sesuatu Bahkan kegiatan menyenangkan pun sering diberi tujuan Menggambar harus bagus. Menulis harus menghasilkan tulisan. Memotret harus mendapatkan gambar yang indah. Memasak harus menghasilkan makanan yang sempurna. Menanam sesuatu harus berhasil tumbuh dengan baik. Bahkan ketika mencoba hobi baru, sering muncul pertanyaan: “Nanti hasilnya jadi apa?” Pertanyaan itu sebenarnya tidak salah. Namun jika terlalu sering muncul, sesuatu yang semula menyenangkan perlahan berubah menjadi pekerjaan. Padahal ada kegiatan yang memang tidak perlu membawa hasil besar. Tidak semua yang dilakukan harus berguna Ada kepuasan sederhana ketika tangan sibuk membuat sesuatu. Mencoret-coret kertas. Melipat kertas. Menyusun bunga di dalam vas. Mencoba resep baru. Merangkai warna. Menulis beberapa kalimat yang tidak akan dipublikasikan. Membuat sesuatu dari benda-...

Tidak Semua Hal Harus Segera Diputuskan

Gambar
 "Tidak semua pertanyaan membutuhkan jawaban hari ini. Ada hal-hal yang justru menjadi lebih jelas setelah diberi waktu." Ketika Hidup Terasa Penuh oleh Pilihan Banyak hal datang bersamaan Setiap hari ada saja yang perlu diputuskan. Mau pergi atau tetap di rumah. Mau menerima atau menolak. Mau melanjutkan atau berhenti. Mau membeli atau menunggu. Mau menjawab sekarang atau nanti. Bahkan hal-hal kecil pun kadang membutuhkan keputusan. Ketika semuanya datang bersamaan, pikiran dapat terasa penuh meskipun tidak sedang melakukan pekerjaan yang berat. Bukan karena hidup sedang mengalami masalah besar. Hanya terlalu banyak hal yang meminta perhatian pada waktu yang sama. Seolah semua membutuhkan jawaban segera Zaman sekarang membuat banyak hal terasa mendesak. Pesan menunggu balasan. Informasi terus berdatangan. Pilihan tersedia begitu banyak. Orang lain dapat memberikan pendapat kapan saja. Akibatnya, ada dorongan untuk segera menentukan sesuatu agar pikiran terasa selesai. Padaha...

Tidak Harus Selalu Ada untuk Semua Orang

Gambar
  "Ada saatnya seseorang tidak ingin pergi dari kehidupan siapa pun. Ia hanya ingin memiliki sedikit ruang untuk kembali mendengar dirinya sendiri." Ketika Selalu Bisa Dihubungi Menjadi Kebiasaan Pesan yang selalu menunggu jawaban Telepon dapat berbunyi kapan saja. Pesan masuk tidak mengenal pagi atau malam. Ada yang bertanya, ada yang meminta bantuan, ada yang sekadar ingin berbicara. Sebagian memang penting. Sebagian lainnya bisa menunggu. Namun karena terbiasa hadir, membalas pesan dengan cepat akhirnya terasa seperti kewajiban. Tidak membalas sebentar saja kadang menimbulkan rasa tidak enak. Seolah-olah ketika tidak segera hadir, ada sesuatu yang salah. Kehadiran yang tidak pernah diberi jeda Menjadi orang yang mudah dihubungi memang bisa membuat orang lain merasa nyaman. Tetapi kenyamanan orang lain tidak selalu harus dibayar dengan hilangnya seluruh ruang pribadi. Ada kehidupan yang tetap berjalan meskipun sebuah pesan belum dijawab. Ada pertanyaan yang tidak harus lang...

Lelah Menyambut Esok

Gambar
   “Ada malam ketika tubuh sudah beristirahat, tetapi pikiran masih berjalan menuju esok. Barangkali yang dibutuhkan bukan tenaga tambahan, melainkan ketenangan untuk menjalani satu hari pada satu waktu.” Ada jenis kelelahan yang tidak selesai hanya dengan tidur semalam. Malam sudah semakin larut. Pekerjaan hari ini mungkin telah selesai, tetapi pikiran masih dipenuhi urusan yang menunggu keesokan pagi. Ada tanggung jawab yang belum tuntas, kebutuhan yang harus dipenuhi, dan persoalan yang belum menemukan jalan keluar. Bahkan sebelum hari berganti, rasa lelah sudah lebih dahulu menyambut hari esok. Keadaan seperti ini tidak selalu disebabkan oleh pekerjaan yang terlalu banyak. Terkadang, justru bayangan tentang rutinitas yang akan kembali berulang membuat waktu istirahat kehilangan ketenangannya. Ketika Malam Tidak Lagi Menjadi Waktu Istirahat Tubuh Berhenti, Pikiran Masih Bekerja Setelah menjalani hari yang panjang, tubuh membutuhkan kesempatan untuk memulihkan tenaga. Namun,...

Ada Waktu untuk Tidak Melakukan Apa-Apa

Gambar
  “Tidak setiap jeda adalah kemunduran. Kadang tubuh hanya sedang meminta kesempatan untuk bernapas.” Ada hari ketika tubuh terasa berat. Bukan karena baru menyelesaikan pekerjaan yang begitu banyak. Bukan pula karena sedang melakukan sesuatu yang melelahkan. Hanya ingin berbaring. Diam sebentar. Menatap langit-langit. Tidak melakukan apa-apa. Namun anehnya, hal sesederhana itu terkadang justru menghadirkan rasa bersalah. Bukankah seharusnya ada sesuatu yang dikerjakan? Bukankah waktu seharusnya dimanfaatkan? Jangan-jangan ini malas. Barangkali perasaan seperti itu tidak asing bagi banyak orang yang sudah terbiasa hidup dengan kalimat harus produktif, harus berguna, dan harus bekerja keras. Sampai akhirnya lupa bahwa manusia bukan mesin. Ada waktu untuk bergerak. Ada waktu untuk menyelesaikan sesuatu. Dan ada waktu untuk berhenti. Ketika Berhenti Terasa Seperti Malas Produktivitas Tidak Harus Sepanjang Hari Ada masa ketika produktivitas seolah menjadi ukuran keberhargaan seseorang....

Mengapa Makna dan Kreatif?

Gambar
  “Tidak semua hal dalam hidup harus segera dipahami. Sebagian cukup dijalani pelan-pelan, sampai maknanya menemukan tempat.” Mengapa Makna dan Kreatif? Ada masa ketika hidup berjalan dengan begitu banyak peran. Bekerja. Mengurus keluarga. Mengejar sesuatu. Menyelesaikan tanggung jawab. Berusaha menjadi seseorang yang dianggap berguna. Lalu suatu hari, ritmenya berubah. Ada peran yang berkurang. Ada kesibukan yang menghilang. Ada waktu yang tiba-tiba menjadi lebih panjang. Di sela ruang yang lebih sunyi itu, muncul pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya tertutup oleh kesibukan. Sebenarnya, apa yang membuat sebuah hidup terasa berarti? Bukan pertanyaan besar yang harus segera dijawab. Kadang ia hanya datang sebagai bisikan kecil di tengah hari. Dan dari ruang seperti itulah Makna dan Kreatif tumbuh. Makna untuk Memahami Hidup Tidak Semua Jalan Harus Lurus Hidup sering dibayangkan seperti sebuah jalan. Ada tujuan, kemudian dibuat rencana, lalu berjalan menuju tujuan tersebut. Namun k...