“Memaafkan diri bukan menghapus masa lalu, tetapi berhenti menjadikannya penjara.” Setelah memahami mengapa menerima diri sering terasa sulit—karena standar masa kecil, ekspektasi lingkungan, rasa bersalah, dan luka yang tertinggal—maka muncul satu langkah yang tidak kalah penting, sekaligus tidak mudah: memaafkan diri. Banyak orang diajarkan untuk meminta maaf dan memaafkan orang lain, tetapi jarang diajak belajar bagaimana bersikap lembut pada diri sendiri. Padahal, luka terdalam sering kali bukan hanya berasal dari perlakuan orang lain, melainkan dari cara seseorang terus menghukum dirinya sendiri atas masa lalu. Memaafkan diri bukan tentang melupakan apa yang pernah terjadi. Bukan pula tentang membenarkan kesalahan. Ia adalah proses pulang—kembali pada diri yang pernah ditinggalkan, pada hati yang terlalu lama disalahkan, dan pada jiwa yang pantas mendapat ketenangan. Memaafkan Diri Bukan Meniadakan Kesalahan Mengakui Tanpa Menyiksa Banyak orang ragu memaafkan diri karena takut dia...
Komentar
Posting Komentar