Saya Ingin Menulis Lagi

Sumber Gambar: Canva Edited
                                                    

 “Ada tulisan yang selesai ketika diterbitkan. Ada juga tulisan yang baru benar-benar kita pahami setelah bertahun-tahun.”

Beberapa waktu terakhir saya membaca kembali tulisan-tulisan lama di blog ini.

Awalnya hanya ingin melihat-lihat.

Membaca judul lama. Membuka tulisan yang sudah bertahun-tahun tidak saya sentuh. Mengingat kembali apa yang sedang saya pikirkan ketika menulisnya.

Ternyata rasanya agak aneh.


Ada tulisan yang membuat saya tersenyum.

Ada yang membuat saya berpikir, “Kok dulu saya bisa menulis sepanjang ini, ya?”

Ada juga yang setelah dibaca ulang membuat saya diam sebentar.

Bukan karena semuanya masih saya setujui.

Justru karena beberapa hal sudah saya lihat dengan cara yang berbeda sekarang.

Dan saya kira itu wajar.

Kita berubah.


Apa yang kita pikirkan beberapa tahun lalu mungkin masih menjadi bagian dari diri kita, tetapi pengalaman yang datang setelahnya bisa membuat kita melihat hal yang sama dari tempat yang berbeda.


Yang menarik, ketika saya membaca tulisan-tulisan lama itu, saya menemukan sesuatu.

Ternyata ada beberapa pertanyaan yang tidak benar-benar pergi.

Tentang menjadi diri sendiri.

Tentang perubahan.

Tentang kehilangan.

Tentang menerima hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan.

Tentang tubuh yang suatu hari meminta kita berhenti.

Tentang peran yang berubah.

Tentang bagaimana tetap menjalani hidup ketika kenyataan tidak selalu sesuai dengan yang kita harapkan.

Dan mungkin, tanpa saya sadari, selama ini saya memang sedang mengelilingi pertanyaan-pertanyaan itu.


Hanya saja, dulu saya sering menjelaskannya panjang sekali.

Mungkin karena saya sendiri sedang berusaha memahaminya.

Saya ingin pembaca mengerti apa yang saya pikirkan, dari mana saya sampai ke sana, dan bagaimana satu hal terhubung dengan hal lain.

Masalahnya, kadang pembaca tidak punya cukup waktu untuk ikut berjalan sejauh itu.

Dan saya bisa memahami itu sekarang.


Ada tulisan yang sebenarnya punya sesuatu untuk dikatakan, tetapi pembacanya keburu lelah sebelum sampai ke sana.

Karena itu, saya ingin mencoba cara yang sedikit berbeda.

Bukan berarti saya ingin berhenti berpikir dalam.

Saya juga tidak ingin tulisan di sini berubah menjadi kumpulan kalimat pendek yang terdengar indah tetapi selesai begitu saja.


Saya tetap ingin berpikir.

Tetap ingin bertanya.

Tetap ingin menghubungkan satu hal dengan hal lain.

Tetapi mungkin sekarang saya ingin mengajak Anda masuk dengan cara yang lebih sederhana.

Mungkin kita mulai dari sesuatu yang kita alami pagi ini.


Dari secangkir kopi.

Dari film yang baru ditonton.

Dari percakapan dengan anak.

Dari tubuh yang tiba-tiba terasa lelah.

Dari kehilangan yang belum selesai.

Dari sebuah buku yang membuat kita berhenti di satu halaman.

Lalu kita ngobrol.

Pelan-pelan.


Kalau dari sana muncul pertanyaan yang lebih dalam, kita ikuti.

Kalau ternyata membawa kita ke tempat lain, kita lihat ke mana arahnya.

Tidak harus selalu ada lima kesimpulan.

Tidak harus setiap tulisan memberikan jawaban.

Kadang saya sendiri belum punya jawabannya.

Mungkin kita hanya menemukan satu pertanyaan baru yang ternyata selama ini tidak pernah kita tanyakan.


Ada satu hal lagi yang ingin saya bawa dalam perjalanan menulis ini.

Saya seorang Muslim.

Bagi saya, hidup pada dasarnya bukan sekadar perjalanan untuk mencari bahagia, sukses, atau menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

Hidup adalah ibadah.

Dan pada akhirnya kita semua akan pulang kepada Allah.


Kesadaran itu tidak membuat hidup otomatis menjadi mudah.

Masalah tetap ada.

Kehilangan tetap terasa.

Tubuh tetap lelah.

Ada hari ketika kita bahagia dan ada hari ketika kita hanya ingin semuanya berhenti sebentar.

Tetapi mungkin ada perbedaan ketika kita menjalani semua itu dengan mengetahui kepada siapa kita akan kembali.


Saya ingin ruang ini menjadi tempat untuk memikirkan kehidupan dari sana.

Bukan ruang ceramah.

Bukan pula tempat saya berpura-pura menjadi ahli agama.


Saya hanya ingin menulis sebagai seorang manusia yang sedang menjalani hidup, belajar, membaca, bertanya, dan berusaha memahami bagaimana menjadi seorang hamba di tengah kehidupan yang terus berubah.


Tulisan-tulisan lama akan tetap menjadi bagian dari perjalanan itu.

Sebagian mungkin akan saya baca kembali.

Sebagian mungkin akan saya tulis ulang dengan cara yang berbeda.

Sebagian mungkin cukup dibiarkan menjadi catatan tentang siapa saya pada masa itu.

Saya tidak ingin menghapus semuanya.


Karena mungkin kita memang tidak perlu malu dengan versi diri kita yang dulu.

Ia pernah berjalan sampai di sana.

Dan saya yang sekarang hanya melanjutkan langkahnya.

Jadi, kalau Anda pernah membaca tulisan saya yang lama, mungkin beberapa tulisan baru nanti akan terasa berbeda.


Lebih ringan.

Lebih dekat dengan keseharian.

Mungkin tidak selalu langsung menjelaskan semuanya.

Tapi mudah-mudahan tetap membawa kita ke suatu tempat.

Ke sebuah pertanyaan.

Ke sebuah kesadaran.

Atau mungkin hanya ke satu jeda kecil di tengah hari yang sibuk.

Saya tidak tahu tulisan-tulisan ini nanti akan membawa saya ke mana.

Untuk pertama kalinya, saya merasa tidak harus tahu semuanya sejak awal.

Saya hanya ingin mulai menulis lagi.

Dan mungkin kali ini, kita bisa berjalan bersama.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kehidupan dan Harapan yang Tidak Berisik

Memaafkan Diri dan Pulang Utuh (3)

Lelah Hari Ini, Berjuang Lagi